UNTUK MENU ATAU SUBMENU YANG DIAWALI DENGAN TANDA '#' ITU PERTANDA MASIH DALAM TAHAP PERANCANGAN METODELOGI PENYAMPAIAN (DENGAN TUJUAN AGAR LEBIH MUDAH DIMENGERTI)

Apakah anda setuju jika Bahasa Arab dijadikan kurikulum wajib kedua setelah Bahasa Inggris

new article announcement enter your e-mail address

Pengikut

Statistik Blog


Rabu, 11 Maret 2009

The Eight English Part of Speech

Pernah terbayang oleh penulis apa jadinya jika seorang anak balita yang belum bisa bicara, kedua orang tuanya dari suku asli yang ada di Indonesia. Kemudian dijadikan anak angkat / asuh oleh orang bule dari negeri yang mayoritas penduduknya berbahasa Inggris. Misalkan dia dibesarkan di Amerika sejak masih bayi oleh orang bule tadi, maka setelah dia dewasa dan berkunjung ke Indonesia dia akan berbicara dalam bahasa ?

Waktu penulis masih duduk di bangku SMP, jawabannya adalah bahasa Orang Tua kandung si anak tersebut. Eh! Ternyata, setelah melihat kenyataan yang ada di dunia nyata. Contoh yang ada, anak dari negara Cina (biasanya perempuan karena dianggap pembawa sial bagi keluarga). Karena ditelantarkan atau sengaja dibuang, kemudian diadopsi oleh warga negara Amerika. Setelah dewasa tentu saja bahasa yang dia kuasai adalah bahasa yang di ajarkan pada si anak tersebut pada waktu dia pertama kali memahami bahasa orang – orang di sekitarnya, dalam hal ini Orang tua angkat dan lingkungan. Jadi warisan genetic orang tua tidak berpengaruh sama sekali.

Hebatnya lagi semuanya itu dipelajari tanpa ada kurikulum yang baku maupun pengetahuan tentang ilmu berbahasa (Grammatika / Tata bahasa), seperti istilah - istilah dalam ilmu bahasa (Noun, Verb, etc). Rumus - rumus tertentu seperti awalan, sisipan, akhiran, active / passive voice, tenses, dsb. Semuanya berjalan secara alami dan terinstall begitu saja. Cobalah anda bertanya pada orang / penduduk asli yang bahasa kesehariannya menggunakan bahasa inggris. Misalkan “ run itu termasuk kelompok kata apa Verb atau Noun?” Kebanyakan dari mereka tidak tahu atau bingung, kalau sebelumnya tidak tahu / lupa definisi dari dua istilah tersebut. Tapi mereka bisa berbahasa dengan fasih dan lancar. Mungkin anda tidak percaya!, karena penulis pun pada awalnya demikian.

Persoalan muncul begitu manusia beranjak dewasa, dimana kemampuan alami dimasa kecil menghilang. Pada saat dewasa kita dipaksa mempelajari bahasa asing dengan jalan menghapal kosakata, memahami istilah - istilah dalam ilmu bahasa, rumus - rumus tertentu, bahkan aturan - aturan berbahasa yang aneh – aneh lainnya.

Lalu bagaimana kita belajar bahasa asing pada saat kita telah tumbuh dewasa, jalan terbaik yang ditempuh mungkin dengan menjadi anak balita lagi hue..he..he..100x. Masa kecil adalah suatu masa yang sangat cerdas tapi tidak bisa diulang lagi.

Kalau kita mau menyadari (ceuilee...hhh bahasanya kayak filsuf aja) bahwa bahasa - bahasa manusia didunia ini, seluruhnya tersusun dari kata - kata. Setiap kata mempunyai makna atau arti tersendiri yang secara tak sadar telah disepakati oleh kelompok, suku, golongan maupun suatu bangsa yang telah diajarkan secara turun temurun sejak manusia belajar berkomunikasi / berbicara dimasa kanak - kanak. Perbedaanya mungkin pada cing – cong (oalaaah apa itu cing – cong?), ya semacam lafal bunyi gitulah. Tapi kalau diterjemahkan antar bahasa yang berbeda mungkin makna yang dimaksud sama( Contoh I = Saya)

Setiap kata itu kalau disusun akan mengandung satu kesatuan maksud. Kita mengenal hal itu dalam sebuah istilah dalam ilmu bahasa yaitu “kalimat”. Penyusunan kalimat itu seperti punya keteraturan, hanya saja kita jarang untuk menyadarinya (tapi lagi gak pada kesurupan kan!). contoh dalam bahasa Indonesia :

  1. Saya ingin makan
  2. Saya makan ingin (ingin? Makanan apaan tuh!)
  3. Makan saya ingin
  4. Makan ingin saya (apa yang diinginkan oleh si makan dariku)
  5. Ingin saya makan
  6. Ingin makan saya (wah ada yang mau memakan saya, tolooo...ng!)

Sepertinya ada peraturan yang tidak kita sadari, bagaimana cara menyusun kata sehingga maksud kita bisa dimengerti oleh orang lain. Untuk itu tahap pertama kita akan coba untuk memisahkan, membagi, atau mengelompokan kata berdasarkan spesifikasi tertentu. Para ahli bahasa Inggris dari negara asalnya mengelompokan kata menjadi 8 (delapan) bagian, istilah dalam ilmu bahasa inggrisnya (English Grammar) disebut dengan “The Eight English Part of Speech”, kedelapan bagian itu yaitu :

  1. Verb
  2. Noun
  3. Adjective
  4. Adverb
  5. Pronoun
  6. Preposition
  7. Conjunction
  8. Interjection

Dan ada satu lagi yang perlu dipisahkan, sebenarnya ini bagian dari Adjective itu sendiri tapi mempunyai karakteristik khusus dengan adjective pada umumnya. Istilah yang kesembilan itu kita namakan :

  1. Determiners

Begitu pentingkah kita mempelajari “The eight english part of speech?”, kalau mau dijawab singkat itu hanyalah sebuah “istilah”, ya! sebuah istilah yang dibuat oleh para pakar bahasa untuk menyeleksi / menilai orang yang mempelajari suatu bahasa berdasarkan sistematika / kurikulum mereka, sehingga bisa diketahui sampai dimana tingkat pemahaman anda. Tentunya inti atau tujuan utama dari semua itu adalah agar anda bisa menguasai bahasa. Tapi masih ingatkah anda bahwa, kita belajar bahasa (Indonesia / daerah) diwaktu masih anak – anak tanpa ada suatu istilah, ataupun rumus tertentu so “Be speak naturally! Like children”.

Jika anda memahami konsep / definisi dari 8 (delapan) pembagian kata diatas. Mungkin anda akan menyimpulkan bahwa hal itu tidak hanya berlaku untuk bahasa Inggris saja, tapi bahasa – bahasa manusia pada umumnya yang ada di dunia ini.

Kita pelajari satu persatu yuk!

Komentar :

ada 0 comments ke “The Eight English Part of Speech”

Posting Komentar

kekuatan terbesar adalah mewariskan pengetahuan yang kita milliki pada generasi yang mewarisi planet yang pernah kita singgahi.(Wah sudah meninggal dong gue)

New Article Announcement

Untuk yang tidak ingin ketinggalan artikel terbaru dari Blog ini, Enter your email address( or your friends (*_-) :

Delivered by FeedBurner

FeedBurner FeedCount